3/13/2009
Membiarkan Allah Membantu Kita
Hidup ini benar-benar tidak ada kepastian. Saat inilah aku merasakan bahwa aku tidak bisa menentukan apapun... Aku sangat menginginkan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya membuat sesuatu itu menjadi milikku. Kedua mataku, kedua telingaku, dan semua indera yag ku miliki, termasuk hatiku semuanya sedang kacau. Dikacaukan oleh nafsu yang aku sendiri tidak bisa menguasainya. Nafsu yang membuatku gila dan linglung. Aku ingin terbebas dari nafsu ini, tapi belum bisa. Aku ingin mengendalikan nafsu ini, tapi tak kuasa. Aku bahkan selalu berusaha menghadirkan Allah dalam setiap hembusan nafasku, tapi keimananku masih lemah. Dan aku kalah...
Pelan pelan...nafsu ini masih bercokol di relung hatiku terdalam, mengalahkan akal sehatku.
Aku tahu...kita tidak pernah salah jika harus jatuh cinta. Karena Cinta akan selalu ada dan tumbuh dalam kehidupan kita. Tapi bagaimana jika cinta ini berkaitan dengan jodoh ? Jodoh adalah misteri yang tidak ada satu pun orang bisa menguaknya.Itulah yang terjadi padaku. Aku berusaha mencari jodohku dengan membuka hatiku selebar-lebarnya. Banyak perubahan dan kejadian yang aku alami, meskipun semuanya membingungkan aku. Dengan pengalamanku yag sebelumnya, aku ingin bisa menemukan jodohku tanpa proses pacaran. Karena taaruf dalam Islam sungguh indah buatku.
Namun...aku benar-benar tak ada kuasa...
Ketika hatiku ini mulai merasakan kenyamanan dan kebahagiaan dengan hadirnya seseorang, aku teryata tidak bisa membuat orang itu merasa bahwa aku adalah sosok yang sangat dia inginkan untuk mendampingi perjalanan hidupnya. Parahnya lagi, aku seperti masuk dalam lingkaran yang tak ingin kumasuki, tapi membuatku terperosok semakin dalam. Kami belum pernah ketemu, karena kita kenal lewat dunia maya yang dilanjutkan dengan komunikasi by HP. Aku berusaha meraba bagaimana sifat dan kejujurannya...tapi semuanya kabur. Dia merasakan bahwa aku adalah sosok wanita yang dia inginkan, dan dia ungkapkan bahwa dia tidak akan terpengaruh dengan fisikku. Dia lebih suka dengan apa yang ada dalam diriku.
Aku bahagia mengetahui kenyataan ini...tapi aku juga ketakutan luar biasa. Aku merasakan sangat nyaman dan ingin hidup dengan dia, namun...aku tidak tahu apakah dia jujur mengatakan itu semuanya ke aku ? Apakah dia serius dengan aku ? Sedangkan aku sangat tergila-gila dengan dia. Tergila-gila sampai aku tidak waras sama sekali. Tergencet antara kebahagiaan dan ketakutan.
Disaat seperti ini, apakah yang bisa kita lakukan ?!
Aku bingung...dan sangat bingung...
Akhirnya aku putuskan untuk menyerahkan semuanya kepada Allah. Aku ingin mengihklaskan apapun yang terjadi kepadaku sesuai kehendak Allah. Aku memang sangat ingin memilikinya sebagai pendampingku, aku sangat ingin memeberikan pengabdian seorang istri kepada suami dengannya. Tapi aku tidak punya kemampuan dan kekuatan apa-apa. Hanya Allah lah yang punya semua itu.
Sekarang...aku hanya bisa memohon kepada Allah untuk memberikan pertolongan itu. Dengan kurang ajarnya, seolah aku meminta Allah yang bekerja untukku, untuk mewujudkan keinginanku. Ya Allah...ampunilah semua dosa-dosa hamba yang sungguh tak dapat terhitung dan selalu bertambah ini. Engkaulah yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi setiap hamba-MU. karenanya kuserahkan semua kepada Engkau...hanya Engkau tiada yang lain.
Kalau memang Masku adalah jodoh buat aku...maka satukanlah kami. Jagalah dia selalu dalam perlindunganMu ya Allah...Amien Yra.
1/10/2009
KEUTAMAAN SEDEKAH
Sedekah...
Sungguh kata yang sangat sedrhana, tapi makna dan manfaatnya sangat luar biasa.
Sudahkah kita bersedekah ?
Betulkah kita tidak ingin memakan hak orang lain ?
Seberapa jauh kita menghindari untuk memakan hak orang lain ?
Seandainya mau mengingat-ingat lagi, kapan terakhir kita sedekah ?
Kapan terakhir kita menghitung semua pemasukkan kita, mengurangi dengan beban dan biaya yang harus dikeluarkan selama sebulan, lalu menghitung net income, lalu menysiihkan 10%-nya utk org lain ?
Tidak peduli seberapa besar orang itu membutuhkan atau tidak, tapi bukankah dalam income kita memang ada hak dari orang lain ?
Hak yang harus kita sampaikan demi kelancaran rezeki yang kita terima.
Kalau kita sudah mau menyisihkan income kita, itu tandaya kita memang benar-benar tidak ingin memakan hak orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)
